Dilahirkan di desa Pangasean, Porsea Sumatera Utara pada 15 Juli 1943.Tarnama Sinambela berasal dari keluarga yang berada dan terpandang di desanya, namun hal itu tidak membuatnya manja, ia selalu hidup apa adanya dan tidak banyak menuntut., anak bungsu dari tujuh bersaudara ini dari kecil sudah dibiasakan untuk bekerja keras dan pantang menyerah. ia sangat sedih dengan keadaan sulitnya pendidikan pada masanya, dimana ia harus berjalan sejauh 10 km ke sekolahnya di desa Narumonda tanpa menggunakan sendal atau sepatu.
26 Juni 2007
CONTOHLAH KEHIDUPAN BATAK DAN JANGAN NGEYEL SAMI MAWON KAYAK ADW , KEJAWEN ATAU BUDHA SETAN
Sebagai orang yang beragama sikap hormat pada orang tua itu dia dasarkan atas keyakinannya kepada sepuluh hukum Tuhan (ten commandment). Dimana, hormat pada orang tua itu tertuang dalam hukum kelima. Tuhan berkata, sebagaimana tertulis dalam kitab Taurat Musa, Keluaran 20 ayat 12 yang berbunyi: “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu.” Firman Tuhan itu berkata, ayahmu dan ibumu. Tidak disebut yang hidup saja, sebab ayah dan ibu yang sudah meninggalpun tetap ayah dan ibu kita.
Makanya, setelah Laurence dikaruniai anak-anak dan rejeki dia merehabilitasi tempat peraduan ayah dan ibunya, serta kakek-kakek dan neneknya (eyang) sampai enam keturunan terdahulu. Semua handai tolan dia undang sesuai dengan tradisi adat Batak yang berlaku untuk mendoakan dia, istri, dan anak-anaknya agar panjang umur dan melimpah rejeki.
Karena Laurence melakukannya didasarkan iman atas kebenaran firman Tuhan itu, dia menuai anugerah yang tidak terhingga. Sebab doa-doa orang tua, handai tolan yang penuh kesungguh-sungguhan itu memberkati Laurence, yaitu si yatim piatu yang juga ikhlas memberikan penghormatan yang tulus kepada orang tuanya dan kepada handai taulannya.
Bukan hanya itu dia juga ikut mempelopori pemugaran makam eyangnya si Raja Oloan dan ompung besar (Great Grand fathernya) Pamuharaja di Bakkara, bekas pusat kebudayaan Batak pada waktu pemerintahan Raja Sisingamangaraja I-XII. Pada saat itu di tahun 1989 dengan sangat mencengangkan, dihadiri oleh 12.000 orang keturunan si Raja Oloan yang berkumpul datang dari pelbagai pelosok Tanah Air, malah ada dari luar negeri sebab rindu pada kampung halaman dan mengenang leluhurnya.
Tidak bisa dielakkan, maka, terdapat mereka tiga putra terbaik dari keturunan si Raja Oloan yaitu KRH Tarnama Sinambela Kusumanegoro, Anton Sihotang, dan Prof. Dr. Laurence Adolf Manullang diberkati dan direstui oleh semua hadirin agar sehat-sehat dan panjang umur di rantau orang. Puncak acaranya adalah, kepada ketiganya disematkan sebuah tanda yang sangat bermakna untuk anak-anak yaitu, yaitu gelar “Anak Sibulang-bulangan”.
Laurence merasakan suasana pada saat itu sangat nikmat dan mengharukan. Pemerintah pun berkenan turut mengirimkan utusannya menghadiri peristiwa besar itu, seperti dari Bank Indonesia, Departemen Sosial dan Departemen Veteran. Bahkan, peristiwa itu tidak luput dari perhatian pers sebab sebuah surat kabar nasional edisi Medan yang paling netral, Waspada, secara khusus menurunkan berita bersambung berturut-turut selama enam hari.
Sebagai sebuah bukti otentik, Laurence menyerahkan utuh fotokopi ulasan Waspada tersebut kepada wartawan TokohIndonesia DotCom, yang antara lain menulis kalimat filsafat bermakna dalam mulak pinggan tusakkena, artinya kembali pinggan ke tatanannya. Jika diterjemahkan, dalam artian, bahwa secara berangsur-angsur keturunan si Raja Oloan telah pulih dan akan tiba saatnya untuk kembali berperan aktif dalam pembangunan bangsa menegakkan visi dan misi eyangnya dari si Raja Oloan, Raja Sisingamangaraja, dan Pamuharaja.
Demikian juga di tahun 1997, kejadian sama terulang pada saat Laurence dipilih khusus sendirian untuk kembali digelari Anak Sibulang-bulangan, yang dirasakannya lebih mengharukan lagi. Seorang perantau Dr. Gison Manullang yang belum pernah pulang kampung, dia menikah dengan seorang wanita keturunan Cina, tak kuasa untuk turut menuturkan pengamatannya mengisahkan gambaran bagaimana terjadi sebuah peristiwa unik segera usai Laurence Manullang dibulang-bulangi.
Gison mengisahkan, sebagaimana sudah pernah diuraikan dan dimuat di majalah BF terbitan tahun 1997, adalah pasti akan terjadi tanda-tanda yang biasa terjadi di Bakkara dalam upacara seperti itu bila yang menerima bulang-bulang itu adalah orang tepat, rendah hatinya, bersih hatinya, dan mulia niatnya. Dan benar sja terjadi demikian, yaitu, dimulai dengan turunnya hujan kapas, angin sepoi-sepoi, disusul dengan angin kencang, angin puyuh, batang-batang pisang tercerabut, lalu disudahi hujan lebat dan semuanya itu hanya terjadi dilokasi upacara saja.
Ketika di malam hari angin sejuk dan kilau bintang menyapa villanya di kawasan Coolibah, Puncak, Bogor, Jawa Barat. Top Eksekutif Keuangan Dunia ini melanjutkan janjinya wawancara dengan wartawan Tokoh Indonesia juga menanyakan bagaimana perasaannya menyaksikan dan mengalami langusng peristiwa alam itu terjadi, Laurence mengatakan biasa saja. “Tetapi, memang, saya datang ke sana hanya dengan satu tujuan yaitu meminta doa dari khalayak ramai,” sebut Laurence, yang selama hidupnya merasakan selalu mendapat kekuatan karena doa restu dan kasih sayang dari para orang tua dan sesepuhnya.
Laurence lalu menjelaskan dua peristiwa penting yang pernah terjadi pada nenek moyang manusia, yaitu pada zaman Nuh.
Anak-anak Nuh yang keluar dari bahtera setelah air bah surut, adalah Sem, Ham dan Jafet. Pada suatu hari Nuh meminum anggur dan mabuk dan dia telanjang dalam kemahnya. Ham melihat ayahnya telanjang, dan melihat aurat ayahnya, namun tidak melakukan sesuatupun kecuali menceritakan kepada kedua saudaranya di luar. Lalu dengan bergegas Sem dan Jafet mengambil kain menutupi tubuh ayahnya. Setelah Nuh sadar dari mabuknya dan mendengar apa yang terjadi, Nuh berkata, “Terkutuklah Ham Bapak Kanaan, ia menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya. Terpujilah Tuhan, Allah Sem tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba-hamba baginya. Allah kiranya meluaskan tempat kediaman Jafet. Hendaklah ia tinggal dalam kemah-kemah Sem tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya.”
Ketiga anak Nuh ini tersebar diseluruh dunia, Sem-menurunkan Asia, Ham-menurunkan Afrika, dan Jafet-menurunkan Eropa/AS. Kutukan dan berkat Nuh, si orang tua, itu masih dirasakan oleh keturunannya sepanjang zaman malah sampai di akhirat.
Pelajaran yang kedua, kata Laurence adalah pengalaman Esau dan Jakob anak Nabi Ishak cucunya Ibrahim dari menantunya Sarah.
Jakob memohon berkat dari ayahnya Ishak dan dia memperolehnya, walaupun dengan menipu. Esau yang sulung, dilangkahi titip berkat yang sempat tidak bisa dicabut. Akhirnya Jacob menjadi Israel dan Esau mengawini perempuan Palestina dan merantau sampai ke Timur dan menurunkan 8 suku bangsa di Timur, yaitu: Karen, Igorot, Bentok, Meo, Wajo, Tayal, Toraja, Syam-syam; dimana orang Batak adalah keturunan Meo; yang masih dalam penelitian saat ini.
Selanjutnya Laurence membacakan ayat-ayat mengisahkan kedua putra Isak itu, sbb: “Berkatah Ribka kepada anaknya Jakob, telah kudengar ayahmu berkata pada Esau, kakakmu: Bawalah bagiku seekor binatang buruan dan olahlah bagiku makanan yang enak, supaya kumakan dan supaya aku memberkati engkau di hadapan Tuhan sebelum aku mati. Maka sekarang anakku dengarkanlah perkataanku seperti kuperintahkan padamu. Pergilah ke tempat kambing domba kita, ambillah dari sana dua anak kambing yang baik, maka aku akan mengolahnya menjadi makanan yang enak bagi ayahmu, seperti digemarinya. Bawalah itu kepada ayahmu, supaya dimakannya, agar dia memberkati engkau. Sebelum ia mati. Lalu kata Jakob kepada Ribka ibunya: tetapi Esau, kakakku adalah seorang yang berbulu badannya sedang aku ini kulitku licin. “
Mungkin ayahku akan meraba aku, maka nanti ia akan menyangka bahwa aku mau memperolok-olok dia: dengan demikian aku akan mendatangkan kutuk atas diriku bukan berkat. Ibunya berkata, biar ibu yang menanggung kutuk apabila itu terjadi. Lalu Jakob mengambil domba, diberikan kepada ibunya dikelola jadi makanan untuk dipersembahkan pada ayahnya.
Jakob membawa makanan itu dan memberikan pada ayahnya dan Ishak berkata: Dekatkanlah makanan itu kepadaku, supaya kumakan daging buruan masakan anakku, agar aku memberkati engkau. Ishak selanjutnya mengucapkan berkat pada anaknya Jakob yang menyamar seakan-akan kakaknya Esau. “Sesungguhnya bau anakku adalah sebagai bau padang diberkati Tuhan. Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk dibumi dan gandummu serta anggur berlimpah-limpah.
Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu. Jadilah tuan atas saudara-saudaramu dan anak-anak ibumu sujud kepadamu, siapa yang menyulitkan engkau terkutuklah ia, siapa yang memberkati engkau akan diberkatilah dia. Jakob telah diberkati ayahnya, dimana kemudian Jakob tukar nama jadi Israel. Dan secara individu orang Israel telah diberkati Tuhan, walaupn sebagai bangsa karena mendurhaka pada Tuhan telah sempat dikutuk Allah”.
Laurence menyebutkan, karena Esau merasa tertipu oleh adiknya Jakob, Esau memburu adiknya. Tapi akhirnya Jakob yang kemudian bernama Israel dan keturunannya pindah ke Mesir diperhamba di negeri itu beratus tahun. Sedangkan Esau menikahi perempuan Palestina, bermukim di tanah Sier, Edom dan keturunannya berkembang sampai ke Timur dan menurunkan delapan suku bangsa dimana salah satunya yaitu Meo menurunkan orang Batak yang sedang dalam proses penelitian oleh Lauence Manullang.
Jelaslah bahwa berkat orang tua itu sangat penting dan merupakan cikal bakal kebahagiaan, panjang umur. Jadi, hormat pada orang tua adalah merupakan bagian dari iman Laurence A. Manullang. Walaupun orang tua kita pernah berlumuran dengan kesalahan dan dosa, tetapi mereka tetap orang tua kita yang menurut Tuhan sebagai sumber berkat pada anak-anaknya.
Selanjutnya ada tertulis, doa anak-anaknya juga dapat menyelamatkan ayah dan ibunya, sebab Tuhan maha kasih mendengar seruan dan isak anak-anaknya untuk siapapun yang meminta pengampunan.
Malam semakin larut. Laurence Manullang menyimpulkan bahwa pengalaman hamba-hamba Tuhan yang tertulis dalam kitab suci itu menjadi pelajaran baginya. Sebelum beranjak pergi untuk beristirahat tidur, Laurence menyebutkan karena pengalaman demikian itulah membuatnya tidak pernah lupa membawa istri dan anak-anaknya untuk meminta berkat dari ompung yang sangat berjasa baginya pada saat masih hidup, melakukan apa yang disebut acara Manulangi. ?e-ti => Lanjut
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
26 Juni 2007
Church News–Part of royal family 28 Jan 2007
Part of royal family
Mission president, wife adopted in formal ceremony
January 27, 2007
By Julie Dockstader Heaps
Church News staff writer
26 Juni 2007
Anak Bangsa yang Pantang Menyerah
Dia adalah pendiri sekaligus pimpinan tertinggi PT Sumber Batu Group, sebuah kelompok usaha jasa konstruksi yang sejak awal pendirian tahun 1970 dikenal berkiprah banyak di lingkungan proyek-proyek pembangunan fisik, terutama jalan dan jembatan. Dia juga mendirikan dan memimpin lembaga pendidikan, mulai tingkat dasar sampai tingkat tinggi, di bawah bendera Yayasan Budi Murni.
26 Juni 2007
H Mudyono bersama KRT Tarnama Sinambela Kusumonagoro
26 Juni 2007
RENCANA KOTA MAHASISWA
(STUNDENT CITY PLAN)
I . LATAR BELAKANG PEMIKIRAN
Lokasi Kampus suatu Universitas atau Lembaga Pendidikan Tinggi pada umumnya berada di daerah perkotaan atau di pinggiran kota dengan memanfaatkan sarana dan prasarana kota diantaranya transportasi kota yang dapat mendorong kemudahan untuk menuju ke lokasi kampus.
Sedangkan sarana dan prasarana kampus difasilitasi sedemikian baik untuk menunjang pelaksanaan pendidikan agar proses pelaksanaan pendidikan berjalan dengan baik dan menghasilkan alumni yang berguna bagi masyarakat.
Namun demikian meskipun terdapat sarana dan prasarana kota, sarana dan prasarana kampus yang baik dan manajemen pengeloaan pendidikan yang baik masih dirasakan adanya kekurangan untuk dapat menghasilkan alumni yang berprestasi baik.
Kondisi demikian kemungkinan disebabkan oleh kondisi kota yang sudah sangat kompleks dari berbagai masalah polusi udara, kemacetan lalu lintas, banjir dan lain sebagainya sehingga baik tenaga pengajar maupun mahasiswa sudah cukup lelah setelah sampai kampus.Akibat dari keadaan tersebut proses belajar mengajar menjadi tidak optimal karena sudah jenuh dengan berbagai permasalahan tersebut.
Dengan adanya keadaan tersebut diatas timbul pemikiran bahwa pelaksanaan proses belajar mengajar suatu perguruan tinggi akan lebih baik hasilnya bila dapat dilaksanakan pada suatu lokasi yang berada tidak di tengah kota melainkan pada lokasi yang layak baik di lihat dari aspek lingkungan, kenyamanan menuju dan menghadiri kuliah, proses belajar dan mengajar berjalan dengan iklim yang baik serta terpenuhinya semua fasilitas kebutuhan mahasiswa, tenaga pengajar, karyawan suatu institusi pendidikan tinggi.
Untuk menjawab tantangan tersebut diatas maka lembaga pendidikan tinggi akan lebih baik bila berada di suatu komunitas khusus misal seperti Tsukuba Science City di Jepang atau lokasi Kampus Indian Institute of Technology meskipun berada di daerah perkotaan tapi berada dalam suatu komunitas tersendiri
Berdasarkan pola pikir tersebut diatas maka Universitas Mpu Tantular ingin mewujukan mendirikan kampus dalam komunitas khusus yang akan disebut sebagai Kota Mahasiswa ( Student City) yang berlokasi di daerah Cariu, Jonggol Kabupaten Bogor Propinsi Jawa Barat.
II. MAKSUD DAN TUJUAN RENCANA PEMBANGUNAN KOTA MAHASISWA
Maksud dan tujuan pembangunan Kota Mahasiswa yang berupa kampus dengan fasilitas lengkap untuk komunitasnya oleh Universitas Mpu Tantular, secara umum adalah berkeinginan berperan serta dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa agar berguna bagi masyarakat dan negaranya. Sedangkan tujuan secara khusus Universitas Mpu Tantular bercita-cita mengembangkan institusi pendididikan tinggi ini agar memperoleh lulusan yang berprestasi baik dan akhirnya memperoleh penghargaan masyarakat setara dengan institusi pendidikan tinggi yang sudah lebih maju di Indonesia dan bahkan dapat mengejar prestasi seperti lembaga pendidikan tinggi di negara maju.
Untuk mencapai tujuan tersebut maka Universitas Mpu Tantular ingin mengembangkan pendidikan yang berlokasi pada suatu lingkungan atau komunitas khusus yang berada di daerah Kecamatan Cariu, Jonggol, Bogor Propinsi Jawa Barat yang memiliki kondisi lingkungan masih alami, sehat dan belum berpolusi yang diharapkan dapat menunjang proses belajar mengajar yang nyaman dan cukup memadai untuk mencapai hasil lulusan dengan prestasi baik.
III.PERENCANAAN KOTA MAHASISWA DI JONGGOL
Rencana lokasi Kota Mahasiswa Universitas Mpu Tantular dapat dicapai melalui jalan masuk yang panjangnya sekitar 6 km dari jalan alternatif Jakarta – Bandung lewat Jonggol. Pada lokasi ini lingkungannya masih sangat bersih dengan suasana perbukitan yang menarik dan udara yang relatif sejuk. Jalan masuk menuju kampus akan dibangun menyambung jalan desa dan direncanakan dibuat satu arah dan jalan keluar kampus melalui jalan tersendiri satu arah yang juga menyambung jalan desa tersebut dengan disain menyesuaikan keadaan topografi sehingga keindahan alami dapat dirasakan pada lokasi tersebut.
Perencanaan prasarana fisik infrastruktur dan gedung kampus serta pembangunan fisik fasilitas penunjang lainnya akan dibuat dengan standar yang memadai untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan dengan memperhatikan aspek konservasi dan penataan lingkungan kampus yang baik dan serasi sehingga menjadi tempat yang tidak hanya baik dan nyaman untuk belajar bagi para mahasiswanya tapi juga nyaman sebagai tempat tinggal dan juga menarik sebagai tempat rekreasi dan berlibur.
Penataan kampus atau kota mahasiswa akan dibagi dalam beberapa zona dengan memperhatikan topografi, kontur, sinar matahari dan aspek lingkungan lainnya yang pada dasarnya terdiri dari zona-zona sebagai berikut :
1) Konservasi hutan lindung buatan dan penghijauan,
2) Penataan ruang atau blok plan pembangunan fisik gedung kampus yang meliputi; Rektorat, ( Ruang kantor pengelola Universitas, Menza / Gedung Pertemuan dan Perpustakaan Pusat ), Gedung Fakultas, ( Ruang kantor pengelola fakultas, Ruang kuliah, Perpustakaan fakultas, Ruang Laboratorium, dan Laboratorium lapangan),
3) Blok plan pembangunan komunitas kampus yaitu ; Asrama mahasiswa, perumahan dosen dan karyawan, kantin mahasiswa, tempat ibadah (masjid/gereja/lainnya), mini market dan rumah toko (rumah makan/wartel/warnet/fotocoky/pengetikan/dll)
4) Blok plan gedung fasilitas lainnya yaitu; Gedung Instalasi, Pos keamanan, Pos Pemadam Kebakaran, Loundry dan lain sebagainya,
5) Blok plan fasilitas olah raga dan rekreasi antara lain; lapangan sepak bola, bola volly, tenis lapangan, bulu tangkis, kolam renang, lapangan bermain anak, landskaping taman dan pemancingan,
6) Pembangunan rencana infrastruktur yang meliputi jalan masuk dan keluar kampus, jalan lingkungan kampus, penerangan jalan lingkungan, saluran telepon dan saluran drainase lingkungan.
Semua penjelasan tersebut diatas sebagaimana dapat dilihat pada sketsa gambar Peta jalan masuk dan Penataan Blok plan/Site plan Kota mahasiswa mpu Tantular terlampir.
IV. PEMBIAYAAN DAN TAHAPAN PEMBANGUNAN
Pembangunan akan dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan tersedianya pembiayaan dan akan dilakukan berdasarkan urutan prioritas agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan dengan tepat, cepat, efisien dan efektif untuk pemanfatannya.
Berdasarkan rencana pembangunan yang besar tersebut akan diperlukan biaya yang cukup besar sehingga untuk menangani dan mengatasi pembiayaan ini Yayasan Pendidikan Bhudi Murni Universitas Mpu Tantular membuka tangan dan menerima bantuan atau sumbangan (grand) dari semua stake holder atau Instansi Pemerintah/ Swasta sebagai donatur yang peduli terhadap masalah pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.
8 Mei 2007
BUPATI TOBASA RESMIKAN KANTOR CAMAT SIANTAR NARUMONDA
Meski masih berusia kurang dari 5 bulan, Kec. Siantar Narumonda Kab. Toba Samosir telah memiliki kantor camat yang megah dan permanen. Bangunan Gedung Kantor Camat Siantar Narumonda ini merupakan sumbangan (hibah) dari Prof. DR. Kanjeng Pangeran Tarnama Sinambela Kusumonegoro, seorang perantau asal Siantar Narumonda yang juga pengusaha sukses di Jakarta dan manca negara.
n menyampaikan ucapan terima kasih kepada para anak rantau Kab. Tobasa yang telah berpartisipasi selama ini dan secara khusus kepada KPT Sinambela beserta keluarga atas bantuannya berupa bangunan senilai lebih dari Rp. 500 Juta. Bupati menjelaskan bahwa saat ini Pemkab Tobasa serius untuk meningkatkan pembangunan ekonomi kerakyatan dan bukan sesuatu yang sifatnya mercu suar. Untuk itu bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mau bekerja sama dan bekerja keras agar lahan-lahan tidur dapat segera terolah yang menurut data seluas 40 ribu hektar yang tersebar di seluruh Tobasa untuk dapat ditanami dengan tanaman jagung dengan sistem atau sewa dan diinformasikan juga bahwa bibitnya dapat diambil dari Dinas Pertanian Tobasa secara gratis.
lah Minggu Katholik Pangasean Siantar Narumonda yang juga merupakan sumbangannya kepada masyarakat Tobasa dilakukan penandatanganan prasasti peremian Kantor Camat oleh Bupati Tobasa Monang Sitorus disaksikan Uspida Tobasa dan ratusan masyarakat yang hadir dan dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk membantu pemerintah mempercepat laju pembangunan.Hadir pada peresmian tersebut Sekdakab Liberty Pasaribu,SH,M.Si, Anggota DPRD Tobasa Drs. Vespasianus Panjaitan, Kapolres Tobasa AKBP Alisman Nainggolan, Kajari Balige Panjaitan Manihuruk,SH, para pejabat Pemkab Tobasa, Camat Siantar Narumonda Drs. A.M. Sitorus,SH dan para camat se-Tobasa, serta ratusan warga masyarakat sekitar Siantar Narumonda.Acara peresmian ini dirangkai dengan penyerahan sertifikat tanah Proda Kab. Tobasa serta penyerahan bibit jagung kepada para petani yang lahannya sudah siap ditanam.18 April 2005
WARGA HKBP HARUS MEMBAWA KESEJUKAN BAGI KEMAJEMUKAN
Jakarta, 17 April 2005